Showing posts with label kHas bOowHat baBa terCiNTa.... Show all posts
Showing posts with label kHas bOowHat baBa terCiNTa.... Show all posts
Monday, November 3, 2014
Alhamdulillah syukur gilak-gilak
Tanggal 1 nov, baba dpt kerja siang alhmdulillah.. Eventhough kerja hnya sebagai office boy palaza merdeka syukur glak2.. Jgn ingt nk dpt kerja office boy senang hooo, ya pun bertelur juak nunggu.. Btw rezeki masing2 juak nak.. Xdpt nak mdh gney2 ermm.. Pndey pun kta, mun dh xda rezeki xkan dpt juak nakk nakk... Kinek baba kerja siang n malam sbgi ustz mengaji d madrasah taman sukma.. Alhmdulillah.. #timeteachustobematured
Friday, July 13, 2012
simpton bakal menjadi walid ^____^
assalam sahabat..
hehe, bila tgk pic yg di kumpul dr zauju...
aku tersenyum sendirian..
aku tahu si dia teramat gembira mendengar berita bahawa aku mengandung..
saat tu, aku baru masuk semester 2..
kebetulan waktu tu baba belum bertolak ke yaman..
sebelum mengetahui berita itu pun baba dah menunjukkan
simptom-simptom nya untuk menjadi walid...
mengajak ke ruangan bayi lah bila shopping..
bermain dgn bayi org..
hehe...
seronok bila tgk si dia gembira ^_____^
antara pic tersebut...
dan banyak lagi =p
***********************************************************************
hehe, bila tgk pic yg di kumpul dr zauju...
aku tersenyum sendirian..
aku tahu si dia teramat gembira mendengar berita bahawa aku mengandung..
saat tu, aku baru masuk semester 2..
kebetulan waktu tu baba belum bertolak ke yaman..
sebelum mengetahui berita itu pun baba dah menunjukkan
simptom-simptom nya untuk menjadi walid...
mengajak ke ruangan bayi lah bila shopping..
bermain dgn bayi org..
hehe...
seronok bila tgk si dia gembira ^_____^
antara pic tersebut...
dan banyak lagi =p
***********************************************************************
Friday, March 30, 2012
COPY PASTE ^____^
Do'a dikala ragu akan dirinya
بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ
Duhai suamiku... Kadangkala mungkin tergambar di benak fikiranmu, bahwa engkau telah salah ketika memilih diriku menjadi pasanganmu. Kadang kala ia mengganggu dalam pergaulan sehari-harimu denganku, terkadang ku takut perasaan cintamu berubah menjadi benci, limpahan kasih sayangmu menjelma menjadi kemarahan, dan ketenangan pun berubah menjadi ketegangan.
Suamiku..... Di saat engkau masih sibuk dengan pekerjaan yang tak kunjung selesai, tak jarang aku kau abaikan. Waktu di rumah pun, kadang ku ikhlaskan demi masa depanmu. Bukankah engkau tahu aku pun butuh perhatian darimu. Terkadang ku cari perhatian itu, namun terlihat salah dipandanganmu. Kalaulah itu terlihat salah, semoga engkau bisa melihat kebaikanku yang lain. Bukankah Allah SWT yang mempertemukan dan menyatukan hati kita berpesan, "Dan pergaulilah mereka (isterimu) dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." [QS: An Nisa' 19]. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam yang kita cintai pun berpesan, "Sempurnanya iman seseorang mukmin adalah mereka yang baik akhlaknya, dan yang terbaik (pergaulannya) dengan istri-istri mereka." Jika engkau melihat kekurangan pada diriku, ingatlah kembali pesan beliau, Jangan membenci seorang mukmin (laki-laki) pada mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai. (HR. Muslim)
Sadarkah engkau bahwa tiada manusia di dunia ini yang sempurna segalanya? Bukankah engkau tahu bahwa hanyalah Alllah yang Maha Sempurna. Tidaklah sepatutnya bila kau hanya menghitung-hitung kekurangan pasangan hidupmu, sedangkan engkau sendiri tak pernah sekalipun menghitung kekurangan dan kesalahanmu. Janganlah engkau mencari-cari selalu kesalahanku, padahal aku telah taat kepadamu.
Saat diriku rela pergi bersama dirimu, kutinggalkan orangtua dan sanak saudaraku, ku ingin engkaulah yang mengisi kekosongan hatiku. Naungilah diriku dengan kasih sayang, dan senyuman darimu. Ku ingat pula saat aku ragu memilih siapa pendampingku, ketakwaan yang terlihat dalam keseharianmu-lah yang mempesona diriku. Bukankah sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, Ali bin Abi Tholib saat ditanya oleh seorang, "Sesungguhnya aku mempunyai seorang anak perempuan, dengan siapakah sepatutnya aku nikahkan dia?" Ali r.a. pun menjawab, "Kawinkanlah dia dengan lelaki yang bertakwa kepada Allah, sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika ia tidak menyukainya maka dia tidak akan menzaliminya." Ku harap engkaulah laki-laki itu, duhai suamiku.
Saat terjadi kesalahan yang tak sengaja ku lakukan, mungkin saat itu engkau mendambakan diriku sebagai istri tanpa kekurangan dan kelemahan, sadarlah, sesungguhnya egois telah menguasai dirimu. Perbaikilah kekurangan diriku dengan lemah lembut, janganlah kasar terhadapku. Bukankah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam telah mengajarkan kepada dirimu, saat Muawiah bin Ubaidah bertanya kepada beliau tentang tanggungjawab suami terhadap istri, beliaupun menjawab, "Dia memberinya makan ketika ia makan, dan memberinya pakaian ketika dia berpakaian." Janganlah engkau keras terhadapku, karena Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam pun tak pernah berbuat kasar terhadap istri-istrinya.
Duhai Suamiku... Tahukah engkau anugerah yang akan engkau terima dari Allah di akhirat kelak? Tahukah engkau pula balasan yang akan dianugerahkan kepada suami-suami yang berlaku baik terhadap istri-istri mereka? Renungkanlah bahwa, "Mereka yang berlaku adil, kelak di hari kiamat akan bertahta di singgasana yang terbuat dari cahaya. Mereka adalah orang yang berlaku adil ketika menghukum, dan adil terhadap istri-istri mereka serta orang-orang yang menjadi tanggungjawabnya."[HR Muslim]. Kudoakan bahwa engkaulah yang kelak salah satu yang menempati singgasana tersebut, dan aku adalah permaisuri di istanamu.
Jika engkau ada waktu ajarkanlah diriku dengan ilmu yang telah Allah berikan kepadamu. Apabila engkau sibuk, maka biarkan aku menuntut ilmu, namun tak akan kulupakan tanggungjawabku, sehingga kelak diriku dapat menjadi sekolah buat putra-putrimu. Bukankah seorang ibu adalah madrasah ilmu pertama buat putra-putrinya? Semoga engkau selalu mendampingiku dalam mendidik putra-putri kita dan bertakwa kepada Allah.
Wahai Allah, Engkau-lah saksi ikatan hati ini... Aku telah jatuh cinta kepada lelaki pasangan hidup ku, jadikanlah cinta ku pada suamiku ini sebagai penambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu. Namun, kumohon pula, jagalah cintaku ini agar tidak melebihi cintaku kepada-Mu, hingga aku tidak terjatuh pada jurang cinta yang semu, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu. Jika ia rindu, jadikanlah rindu syahid di jalan-Mu lebih ia rindukan daripada kerinduannya terhadapku, jadikan pula kerinduan terhadapku tidak melupakan kerinduannya terhadap surga-Mu. Bila cintaku padanya telah mengalahkan cintaku kepada-Mu, ingatkanlah diriku, jangan Engkau biarkan aku tertatih kemudian tergapai-gapai merengkuh cinta-Mu.
Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-Mu, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.
Amin ya rabbal alamin
بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ
Duhai suamiku... Kadangkala mungkin tergambar di benak fikiranmu, bahwa engkau telah salah ketika memilih diriku menjadi pasanganmu. Kadang kala ia mengganggu dalam pergaulan sehari-harimu denganku, terkadang ku takut perasaan cintamu berubah menjadi benci, limpahan kasih sayangmu menjelma menjadi kemarahan, dan ketenangan pun berubah menjadi ketegangan.
Suamiku..... Di saat engkau masih sibuk dengan pekerjaan yang tak kunjung selesai, tak jarang aku kau abaikan. Waktu di rumah pun, kadang ku ikhlaskan demi masa depanmu. Bukankah engkau tahu aku pun butuh perhatian darimu. Terkadang ku cari perhatian itu, namun terlihat salah dipandanganmu. Kalaulah itu terlihat salah, semoga engkau bisa melihat kebaikanku yang lain. Bukankah Allah SWT yang mempertemukan dan menyatukan hati kita berpesan, "Dan pergaulilah mereka (isterimu) dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." [QS: An Nisa' 19]. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam yang kita cintai pun berpesan, "Sempurnanya iman seseorang mukmin adalah mereka yang baik akhlaknya, dan yang terbaik (pergaulannya) dengan istri-istri mereka." Jika engkau melihat kekurangan pada diriku, ingatlah kembali pesan beliau, Jangan membenci seorang mukmin (laki-laki) pada mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai. (HR. Muslim)
Sadarkah engkau bahwa tiada manusia di dunia ini yang sempurna segalanya? Bukankah engkau tahu bahwa hanyalah Alllah yang Maha Sempurna. Tidaklah sepatutnya bila kau hanya menghitung-hitung kekurangan pasangan hidupmu, sedangkan engkau sendiri tak pernah sekalipun menghitung kekurangan dan kesalahanmu. Janganlah engkau mencari-cari selalu kesalahanku, padahal aku telah taat kepadamu.
Saat diriku rela pergi bersama dirimu, kutinggalkan orangtua dan sanak saudaraku, ku ingin engkaulah yang mengisi kekosongan hatiku. Naungilah diriku dengan kasih sayang, dan senyuman darimu. Ku ingat pula saat aku ragu memilih siapa pendampingku, ketakwaan yang terlihat dalam keseharianmu-lah yang mempesona diriku. Bukankah sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, Ali bin Abi Tholib saat ditanya oleh seorang, "Sesungguhnya aku mempunyai seorang anak perempuan, dengan siapakah sepatutnya aku nikahkan dia?" Ali r.a. pun menjawab, "Kawinkanlah dia dengan lelaki yang bertakwa kepada Allah, sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika ia tidak menyukainya maka dia tidak akan menzaliminya." Ku harap engkaulah laki-laki itu, duhai suamiku.
Saat terjadi kesalahan yang tak sengaja ku lakukan, mungkin saat itu engkau mendambakan diriku sebagai istri tanpa kekurangan dan kelemahan, sadarlah, sesungguhnya egois telah menguasai dirimu. Perbaikilah kekurangan diriku dengan lemah lembut, janganlah kasar terhadapku. Bukankah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam telah mengajarkan kepada dirimu, saat Muawiah bin Ubaidah bertanya kepada beliau tentang tanggungjawab suami terhadap istri, beliaupun menjawab, "Dia memberinya makan ketika ia makan, dan memberinya pakaian ketika dia berpakaian." Janganlah engkau keras terhadapku, karena Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam pun tak pernah berbuat kasar terhadap istri-istrinya.
Duhai Suamiku... Tahukah engkau anugerah yang akan engkau terima dari Allah di akhirat kelak? Tahukah engkau pula balasan yang akan dianugerahkan kepada suami-suami yang berlaku baik terhadap istri-istri mereka? Renungkanlah bahwa, "Mereka yang berlaku adil, kelak di hari kiamat akan bertahta di singgasana yang terbuat dari cahaya. Mereka adalah orang yang berlaku adil ketika menghukum, dan adil terhadap istri-istri mereka serta orang-orang yang menjadi tanggungjawabnya."[HR Muslim]. Kudoakan bahwa engkaulah yang kelak salah satu yang menempati singgasana tersebut, dan aku adalah permaisuri di istanamu.
Jika engkau ada waktu ajarkanlah diriku dengan ilmu yang telah Allah berikan kepadamu. Apabila engkau sibuk, maka biarkan aku menuntut ilmu, namun tak akan kulupakan tanggungjawabku, sehingga kelak diriku dapat menjadi sekolah buat putra-putrimu. Bukankah seorang ibu adalah madrasah ilmu pertama buat putra-putrinya? Semoga engkau selalu mendampingiku dalam mendidik putra-putri kita dan bertakwa kepada Allah.
Wahai Allah, Engkau-lah saksi ikatan hati ini... Aku telah jatuh cinta kepada lelaki pasangan hidup ku, jadikanlah cinta ku pada suamiku ini sebagai penambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu. Namun, kumohon pula, jagalah cintaku ini agar tidak melebihi cintaku kepada-Mu, hingga aku tidak terjatuh pada jurang cinta yang semu, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu. Jika ia rindu, jadikanlah rindu syahid di jalan-Mu lebih ia rindukan daripada kerinduannya terhadapku, jadikan pula kerinduan terhadapku tidak melupakan kerinduannya terhadap surga-Mu. Bila cintaku padanya telah mengalahkan cintaku kepada-Mu, ingatkanlah diriku, jangan Engkau biarkan aku tertatih kemudian tergapai-gapai merengkuh cinta-Mu.
Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-Mu, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.
Amin ya rabbal alamin
Sunday, December 4, 2011
=(
salam shbt...
pada hening malam yg dingin ini..
udara bertiup lembut..
menyapa diri ana yg sedang layu terkulai
layu bukan sbb dekk ditelan masa dan usia,
tetapi layu disbbkan xmampu melelapkan mata
layu krn x berdaya utk menatap buku...
layu krn x mampu berbuat apa2 yg diinginkan,
lalu ana merajinkan jari jemari menitipkan tulisan ini..
pd masa ini, saat ini..
ana sempat berangan-angan
memasang impian
utk kembali ke tanah air ana iaitu di kuching sarawak
ana mengharapkan bila ana membuka mata pd keesokkan hari nya
ana sudah di rumah..
disamping suami terchinta...
subhanAllah...
adakah ini rasanya merindui sesorg yg halal..
mencintai sesorg yg akan menentukan syurga dan neraka ana pd masa depan..
di hari pengadilan di hadapan Allah..
ya Allah,
mampukah ana menjadi isteri yg solehah..
ibu yg mithali,
yg memahami setiap khalifah yg bakal dilahirkan,
yg mampu memberi kebahagian kpd keluarga..
"sesungguhnya Allah lah sebaik-baik nya pembuat rencana"
semoga Allah permudahkan segala urusan kta sebagai hambanya...
amEen~
pada hening malam yg dingin ini..
udara bertiup lembut..
menyapa diri ana yg sedang layu terkulai
layu bukan sbb dekk ditelan masa dan usia,
tetapi layu disbbkan xmampu melelapkan mata
layu krn x berdaya utk menatap buku...
layu krn x mampu berbuat apa2 yg diinginkan,
lalu ana merajinkan jari jemari menitipkan tulisan ini..
pd masa ini, saat ini..
ana sempat berangan-angan
memasang impian
utk kembali ke tanah air ana iaitu di kuching sarawak
ana mengharapkan bila ana membuka mata pd keesokkan hari nya
ana sudah di rumah..
disamping suami terchinta...
subhanAllah...
adakah ini rasanya merindui sesorg yg halal..
mencintai sesorg yg akan menentukan syurga dan neraka ana pd masa depan..
di hari pengadilan di hadapan Allah..
ya Allah,
mampukah ana menjadi isteri yg solehah..
ibu yg mithali,
yg memahami setiap khalifah yg bakal dilahirkan,
yg mampu memberi kebahagian kpd keluarga..
"sesungguhnya Allah lah sebaik-baik nya pembuat rencana"
semoga Allah permudahkan segala urusan kta sebagai hambanya...
amEen~
Thursday, November 17, 2011
jgn lah marah-marah wahai suamiku =)
Assalamualaikum
Itu dah mungkin perangai semula jadinya, sebagai isteri, kenalah banyak bersabar dengan kerenah suami. Allah akan memberikan pahala kepada isteri yg sabar dengan kekurangan yang ada pada suaminya. Insyaallah.
Cuba cari punca kenapa dia sering bersikap demikian, elakkan dari suami melenting dan marah-marah.
Di sini, saya ingin berkongsi doa dan zikir yang telah dan masih saya amalkan dalam menangani kerenah suami. Doa memainkan peranan penting dalam pembentukan sebuah keluarga bahagia dan baiti jannati. Sebagai isteri dan ibu, kita perlu sentiasa mendoakan kesejahteraan keluarga.
Untuk melembutkan hati suami yg garang dan menurunkan kadar suhu 'panas baranannya' amalkan seperti:
1) Banyakan berdoa selepas solat, hadiahkan Al-Fatihah khusus untuk suami supaya dilembutkan hatinya dan diberi taufik serta hidayah.
2) Baca surah Taha ayat 1-8..dan kemudian baca doa Nabi Daud sebanyak 3x - "Ya ALLAH lembut kan hati suamiku (sebut nama)... sebagaimana Engkau lembutkan besi ditangan Nabi Daud"
3) Ketika memasak basahkan lidah dengan zikir Ya-Latif sebanyak 129x di ikuti Surah As-Syura ayat 19 bermaksud: “Allah Maha Lembut kepada hambaNya. Dia memberi rezeki kepada sesiapa yang Dia kehendaki dan Dialah Yang Maha Kuat, lagi Maha Kuasa”
4) Diikuti pula dengan memperbanyakkan zikir ‘Ya Hayyu, Ya Quyyum, Ya Latiff dan Ya Rahman’ berulang-ulang. Semua ini insya-Allah adalah doa pelembut hati.
Bila suami sedang naik angin dan marahnya meluap-luap, diamkan diri jangan dijawab. Dalam mendiamkan diri bacalah doa didalam hati dgn ayat:
1) Dari Surah Al-Baqarah ayat 250 yg bermaksud – “Wahai Tuhan kami, limpahkanlah sabar kepada kami dan teguhkanlah iman kami serta menangkanlah kami terhadap kaum yang kafir.
2) Dan bacakan ayat 200, surah Ali Imran yg bermaksud: “Wahai orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaran kamu, dan bersedialah serta bertakwalah kepada Allah supaya kamu berjaya.”
3) Begitu juga, amalakan Surah Toha ayat 1-8, surah ar-Rahman ayat 1-4 dan surah al-Insyirah.
Syaitan memang suka mengapi-apikan suami yang sedang marah.. Silap sedikit, isteri jadi sasaran suami yg naik berang. Bila suami naik berang, bacalah ayat ini:
1) Surah Al-Nahl ayat 99 yang bermaksud “ Sesungguhnya syaitan itu tidak mempunyai sebarang pengaruh terhadap orang-orang yang beriman dan yang bertawakkal kepada Tuhan mereka.
*Ajaklah suami menghadiri majlis ilmu dan keugamaan supaya diberi jalan keluar untuk muhasabah diri, dengarkan ceramah-ceramah motivasi dan ugama supaya timbul kesedaran untuk memperbaiki peribadi. Bila Allah ingin memberi kebaikan pada hambaNya, Dia akan nampakkan kekurangan-kekurangan pada hambaNya. Jika kita sedar akan kekurangan kita dan ingin berubah, Insyaallah ada jalan keluar. Sebagaimana yang pernah saya dengar dari guru-guru ugama, jika kita tidak menghadhirkan diri untuk majlais ilmu selama 40 hari, hati akan menjadi keras dan susah nak terima hidayah.
InsyaAllah, muhasabah buat diri ana.. Janganlah berputus asa, jadikan doa cara berkesan membentuk peibadi suami dan anak-anak. Doa itu senjata mukmin. Wallahu’alam.
(ummi syg baba krn Allah)
Itu dah mungkin perangai semula jadinya, sebagai isteri, kenalah banyak bersabar dengan kerenah suami. Allah akan memberikan pahala kepada isteri yg sabar dengan kekurangan yang ada pada suaminya. Insyaallah.
Cuba cari punca kenapa dia sering bersikap demikian, elakkan dari suami melenting dan marah-marah.
Di sini, saya ingin berkongsi doa dan zikir yang telah dan masih saya amalkan dalam menangani kerenah suami. Doa memainkan peranan penting dalam pembentukan sebuah keluarga bahagia dan baiti jannati. Sebagai isteri dan ibu, kita perlu sentiasa mendoakan kesejahteraan keluarga.
Untuk melembutkan hati suami yg garang dan menurunkan kadar suhu 'panas baranannya' amalkan seperti:
1) Banyakan berdoa selepas solat, hadiahkan Al-Fatihah khusus untuk suami supaya dilembutkan hatinya dan diberi taufik serta hidayah.
2) Baca surah Taha ayat 1-8..dan kemudian baca doa Nabi Daud sebanyak 3x - "Ya ALLAH lembut kan hati suamiku (sebut nama)... sebagaimana Engkau lembutkan besi ditangan Nabi Daud"
3) Ketika memasak basahkan lidah dengan zikir Ya-Latif sebanyak 129x di ikuti Surah As-Syura ayat 19 bermaksud: “Allah Maha Lembut kepada hambaNya. Dia memberi rezeki kepada sesiapa yang Dia kehendaki dan Dialah Yang Maha Kuat, lagi Maha Kuasa”
4) Diikuti pula dengan memperbanyakkan zikir ‘Ya Hayyu, Ya Quyyum, Ya Latiff dan Ya Rahman’ berulang-ulang. Semua ini insya-Allah adalah doa pelembut hati.
Bila suami sedang naik angin dan marahnya meluap-luap, diamkan diri jangan dijawab. Dalam mendiamkan diri bacalah doa didalam hati dgn ayat:
1) Dari Surah Al-Baqarah ayat 250 yg bermaksud – “Wahai Tuhan kami, limpahkanlah sabar kepada kami dan teguhkanlah iman kami serta menangkanlah kami terhadap kaum yang kafir.
2) Dan bacakan ayat 200, surah Ali Imran yg bermaksud: “Wahai orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaran kamu, dan bersedialah serta bertakwalah kepada Allah supaya kamu berjaya.”
3) Begitu juga, amalakan Surah Toha ayat 1-8, surah ar-Rahman ayat 1-4 dan surah al-Insyirah.
Syaitan memang suka mengapi-apikan suami yang sedang marah.. Silap sedikit, isteri jadi sasaran suami yg naik berang. Bila suami naik berang, bacalah ayat ini:
1) Surah Al-Nahl ayat 99 yang bermaksud “ Sesungguhnya syaitan itu tidak mempunyai sebarang pengaruh terhadap orang-orang yang beriman dan yang bertawakkal kepada Tuhan mereka.
*Ajaklah suami menghadiri majlis ilmu dan keugamaan supaya diberi jalan keluar untuk muhasabah diri, dengarkan ceramah-ceramah motivasi dan ugama supaya timbul kesedaran untuk memperbaiki peribadi. Bila Allah ingin memberi kebaikan pada hambaNya, Dia akan nampakkan kekurangan-kekurangan pada hambaNya. Jika kita sedar akan kekurangan kita dan ingin berubah, Insyaallah ada jalan keluar. Sebagaimana yang pernah saya dengar dari guru-guru ugama, jika kita tidak menghadhirkan diri untuk majlais ilmu selama 40 hari, hati akan menjadi keras dan susah nak terima hidayah.
InsyaAllah, muhasabah buat diri ana.. Janganlah berputus asa, jadikan doa cara berkesan membentuk peibadi suami dan anak-anak. Doa itu senjata mukmin. Wallahu’alam.
(ummi syg baba krn Allah)
Friday, September 30, 2011
suami mithali
Lebih kurang tiga minggu yang lepas saya membawa
isteri ke 'Mahkota Medical Centre', dia mengadu
kepada saya kepalanya pening, rasa mual dan badanya
lenguh-lenguh. Saya tanya dia"mengandung kot?" Dia
kata tak ada. Oleh kerana 2-3 hari macam tu saja,saya
bawak dia jumpa doktor dan ternyata.... isteri saya
mengandung dua bulan. Emmm saya dah agak dah.
Maka bermulalah cerita baru dan haluan sejarah masa
depan akan pastinya berubah lagi. Dia akan merasa loya dengan bau yang sebelum ini
senang baginya, termasuklah bau badan saya. Morning
sickness yang teruk sekali bagi isteri
saya.Kasihan sungguh, terbaring saja sepanjang masa.
Makan tak boleh, minum tak nak, apa pun tak nak.
Adakalanya isteri saya semalaman tak dapat tidur,
kadang-kadang tu asyik nak tidur saja. Selesai saja
solat Isyak dah masuk bilik. Pada awalnya saya tidur
kat luarlah sebab dia tak boleh bau badan saya.
Saya fahamlah orang mengandung memang macam tu,
sekarang ni dah boleh tidur dengan saya dan saya
sudah tahu macamana nak elakan insomnia yang
dialaminya, iaitu dengan membaca Al-Quran
sehingga isteri saya terlelap.Memang kebiasaan
sebelum mengandung pun saya akan membaca
Al-Quran diatas katil di sisi isteri sebelum tidur
sehinggalah dia terlelap.
Sekarang saya terus membaca Al Quran disisinya
sebagai ubat tidur bagi isteri dan anak dalam
kandungan. Adakalanya sampai 2-3 jam.Bukan itu
sahaja, saya juga sentiasa bercakap-cakap dengan
janin dalam perutnya. Perkara yang mula-mula saya
ceritakan padanya ialah tentang tauhid. Saya bermula
dengan kitab pertama yang saya pelajari dahulu iaitu kitab
'Kasyaful Mahjub'. Mungkin ada pembaca yang berkata
saya terlalu ghairah, kebarangkalian untuk janin
survive masih tipis. Tapi mana ada ayah yang tak
berharapan. Segarang-garang harimau pun tak makan
anak, apatah lagi saya. Apa yang akan berlaku pada
kemudian hari adalah diluar bidang kuasa
saya. Siapa saya untuk mempersoalkanya.
Saya bercerita kepadanya tentang Allah,
zat, sifat, asma, afal. Dan cerita itu kembali
bercerita kepada diri saya. Ada yang menghantar
email dan bertanya bagaimana mahu mensihati anak agar
tidak degil. Jawapan yang mahu saya nyatakan bukan hanya
untuk anak tetapi untuk sesiapa sahaja terutamanya
yang mempunyai hubungan rapat dengan kita.Tak
kiralah anak, isteri atau suami. Bagaimana?
1. Semasa anak atau isteri kita sedang tidur inilah
waktu yang paling sesuai terutamanya diwaktu dua
pertiga malam, kerana fikiran bawah sedarnya(sub
conscius mind) adalah paling optimum ketika
ini. Yang tidur hanyalah conscius mind (minda sedar).
2.Sentuhkan ibu jari anda ke langit-langit dan
kemudian sentuhlah dengan halus ibu jari anda ke
ubun - ubun orang yang ingin anda nasihati.
3. Semasa ibu jari diatas ubun-ubun selawatlah
ke atas junjungan Nabi Muhamad dan bacalah surah al
fatihah. Kemudian terus dengan berzikir didalam
hati dan jangan putuskan zikir anda.
4. Angkat ibu jari anda,kalau boleh janganlah
di putuskan zikir didalam hati dan bercakaplah
dengan suara yang agak perlahan agar tidak sampai
mengejutkanya. Beritahulah apa yang ingin anda
beritahunya. Kebiasaannya saya akan menasihati
isteri saya agar tidak selalu melewatkan solat,banyakkan
berselawat, banyak bersabar.
Nasihatilah orang yang anda sayangi dengan apa
sahaja nasihat yang anda inginkan. Jangan putuskan zikir
anda, supaya zikir itu masuk bersama dengan nasihat
anda
5. Anda akan dapat melihat reaksi yang dia sedang
menerima pernyataan anda iaitu kelopak matanya
bergerak-gerak. Insyallah saya doakan diri saya dan
anda berjaya dengan kaedah ini.
Pernah di zaman Imam Abu Hanifah (Hanafi An
Nu'man), seseorang pernah bertanya kepada bapa
Imam Abu Hanifah.
"Tuan, bagaimanakah tuan mendidik Hanafi
sehingga begini istimewa jadinya. Jawab bapa Imam
Abu Hanifah "Aku didik Hanafi 40 tahun sebelum dia
dilahirkan". Kalau didengar pernyataan ini tentu
aneh bagi kita bukan. Bagaimana mungkin manusia yang
belum dilahirkan sudah di didik. Namun apa yang ingin
disampaikan oleh Tsabit (bapa Imam Abu Hanifah)
ialah dia sendiri telah diasuh, manakala isterinya juga
sudah di didik dan Hanafi sendiri sudah dididik sejak
dari kandungan lagi. Saya beri anda satu logik
akal, acuan yang bulat mana mungkin menghasilkan kuih
segiempat. Begitu juga dengan anak dan isteri
kita. Mereka adalah cermin kepada diri kita
sendiri.
Saya bacakan kisah ini kepada janin yang sedang
membesar dalam perut isteri saya. Saya sentiasa
berdoa agar dia terus membesar dan dilindungi Allah
sebagaimana Allah memelihara Imam Abu Hanifah. Saya
nasihatkan dia dengan nasihat yang disuarakan oleh
Luqman Al Hakim kepada anaknya. Saya bacakan kisah
para rasul, para nabi,wali songo, tujuh wali melayu
kepadanya. Cuma isteri saya menasihati agar suara
saya tidak terlalu kuat, bimbang didengar oleh jiran, apa
pula kata mereka nanti.
Dalam kepekatan malam, isteri saya sudah pun yenyak
dibuai mimpi. Saya baru selesai membaca surah yasin
disisi isteri hingga dia terlelap. Saya kehalaman
rumah, mahu merenung langit malam, satu-satunya hobi
saya semenjak kecil semenjak di rumah anak-anak
yatim piatu, saya bawa hingga kini. Langit agak terang
dan bersih. Saya bersandar dibangku marmar. Kalau isteri
saya sihat pastinya dia menemani saya disini, kami
akan bercerita tentang segala-galanya, tentang masa
depan, tentang anak, tentang cinta, tentang tuhan.
Saya terus merenung langit malam, saya anak yatim
piatu yang ditinggalkan ditengah padangrumput,sehingga
sekarang tidak diketahui siapa ibu ayah saya. Kini
saya akan menjadi ayah. Bermula dari saya akan wujud
salasilah keturunan yang baru.Saya bertekad dalam
hati, Insyallah jika anak ini lahir, dia tidak akan
saya biarkan membesar seperti saya. Dia tidak akan saya
biarkan menagih kasih dirumah kebajikan.Dia tidak
akan melalui zaman pahit seperti saya. Dia tidak perlu
dibohongi yang teddy bear adalah'mama'nya seperti
saya.
Air mata ini mengalir lagi. Mudah benar ia
tumpah.Oh! janganlah tumpah lagi.Sudah terlalu
banyak tertumpah.Kalau mahu tumpah biarlah ketika sujud
menyembah ilahi.Pesan guruku air mata lelaki
jangan ditumpahkan sia-sia.
Saya tidak mahu terus melayan perasaan,segera saya
kuncikan pintu dan ke kamar tidur.Isteri saya
telah pun nyenyak dibuai mimpi.Inilah 'bintang timur'
dalam hidup saya.Ia sentiasa bersinar cemerlang dalam
hidup saya,memberi harapan,keyakinan,kesetiaan dan
cintanya kepada saya.Insyallah tidak lama lagi,akan
muncu 'bintang timur kecil' dalam hidup saya
*ni bkn cerita ana keyh,just nk share ana ske sgt bace cte ni hehehe~ jgn salah anggap tau..!
isteri ke 'Mahkota Medical Centre', dia mengadu
kepada saya kepalanya pening, rasa mual dan badanya
lenguh-lenguh. Saya tanya dia"mengandung kot?" Dia
kata tak ada. Oleh kerana 2-3 hari macam tu saja,saya
bawak dia jumpa doktor dan ternyata.... isteri saya
mengandung dua bulan. Emmm saya dah agak dah.
Maka bermulalah cerita baru dan haluan sejarah masa
depan akan pastinya berubah lagi. Dia akan merasa loya dengan bau yang sebelum ini
senang baginya, termasuklah bau badan saya. Morning
sickness yang teruk sekali bagi isteri
saya.Kasihan sungguh, terbaring saja sepanjang masa.
Makan tak boleh, minum tak nak, apa pun tak nak.
Adakalanya isteri saya semalaman tak dapat tidur,
kadang-kadang tu asyik nak tidur saja. Selesai saja
solat Isyak dah masuk bilik. Pada awalnya saya tidur
kat luarlah sebab dia tak boleh bau badan saya.
Saya fahamlah orang mengandung memang macam tu,
sekarang ni dah boleh tidur dengan saya dan saya
sudah tahu macamana nak elakan insomnia yang
dialaminya, iaitu dengan membaca Al-Quran
sehingga isteri saya terlelap.Memang kebiasaan
sebelum mengandung pun saya akan membaca
Al-Quran diatas katil di sisi isteri sebelum tidur
sehinggalah dia terlelap.
Sekarang saya terus membaca Al Quran disisinya
sebagai ubat tidur bagi isteri dan anak dalam
kandungan. Adakalanya sampai 2-3 jam.Bukan itu
sahaja, saya juga sentiasa bercakap-cakap dengan
janin dalam perutnya. Perkara yang mula-mula saya
ceritakan padanya ialah tentang tauhid. Saya bermula
dengan kitab pertama yang saya pelajari dahulu iaitu kitab
'Kasyaful Mahjub'. Mungkin ada pembaca yang berkata
saya terlalu ghairah, kebarangkalian untuk janin
survive masih tipis. Tapi mana ada ayah yang tak
berharapan. Segarang-garang harimau pun tak makan
anak, apatah lagi saya. Apa yang akan berlaku pada
kemudian hari adalah diluar bidang kuasa
saya. Siapa saya untuk mempersoalkanya.
Saya bercerita kepadanya tentang Allah,
zat, sifat, asma, afal. Dan cerita itu kembali
bercerita kepada diri saya. Ada yang menghantar
email dan bertanya bagaimana mahu mensihati anak agar
tidak degil. Jawapan yang mahu saya nyatakan bukan hanya
untuk anak tetapi untuk sesiapa sahaja terutamanya
yang mempunyai hubungan rapat dengan kita.Tak
kiralah anak, isteri atau suami. Bagaimana?
1. Semasa anak atau isteri kita sedang tidur inilah
waktu yang paling sesuai terutamanya diwaktu dua
pertiga malam, kerana fikiran bawah sedarnya(sub
conscius mind) adalah paling optimum ketika
ini. Yang tidur hanyalah conscius mind (minda sedar).
2.Sentuhkan ibu jari anda ke langit-langit dan
kemudian sentuhlah dengan halus ibu jari anda ke
ubun - ubun orang yang ingin anda nasihati.
3. Semasa ibu jari diatas ubun-ubun selawatlah
ke atas junjungan Nabi Muhamad dan bacalah surah al
fatihah. Kemudian terus dengan berzikir didalam
hati dan jangan putuskan zikir anda.
4. Angkat ibu jari anda,kalau boleh janganlah
di putuskan zikir didalam hati dan bercakaplah
dengan suara yang agak perlahan agar tidak sampai
mengejutkanya. Beritahulah apa yang ingin anda
beritahunya. Kebiasaannya saya akan menasihati
isteri saya agar tidak selalu melewatkan solat,banyakkan
berselawat, banyak bersabar.
Nasihatilah orang yang anda sayangi dengan apa
sahaja nasihat yang anda inginkan. Jangan putuskan zikir
anda, supaya zikir itu masuk bersama dengan nasihat
anda
5. Anda akan dapat melihat reaksi yang dia sedang
menerima pernyataan anda iaitu kelopak matanya
bergerak-gerak. Insyallah saya doakan diri saya dan
anda berjaya dengan kaedah ini.
Pernah di zaman Imam Abu Hanifah (Hanafi An
Nu'man), seseorang pernah bertanya kepada bapa
Imam Abu Hanifah.
"Tuan, bagaimanakah tuan mendidik Hanafi
sehingga begini istimewa jadinya. Jawab bapa Imam
Abu Hanifah "Aku didik Hanafi 40 tahun sebelum dia
dilahirkan". Kalau didengar pernyataan ini tentu
aneh bagi kita bukan. Bagaimana mungkin manusia yang
belum dilahirkan sudah di didik. Namun apa yang ingin
disampaikan oleh Tsabit (bapa Imam Abu Hanifah)
ialah dia sendiri telah diasuh, manakala isterinya juga
sudah di didik dan Hanafi sendiri sudah dididik sejak
dari kandungan lagi. Saya beri anda satu logik
akal, acuan yang bulat mana mungkin menghasilkan kuih
segiempat. Begitu juga dengan anak dan isteri
kita. Mereka adalah cermin kepada diri kita
sendiri.
Saya bacakan kisah ini kepada janin yang sedang
membesar dalam perut isteri saya. Saya sentiasa
berdoa agar dia terus membesar dan dilindungi Allah
sebagaimana Allah memelihara Imam Abu Hanifah. Saya
nasihatkan dia dengan nasihat yang disuarakan oleh
Luqman Al Hakim kepada anaknya. Saya bacakan kisah
para rasul, para nabi,wali songo, tujuh wali melayu
kepadanya. Cuma isteri saya menasihati agar suara
saya tidak terlalu kuat, bimbang didengar oleh jiran, apa
pula kata mereka nanti.
Dalam kepekatan malam, isteri saya sudah pun yenyak
dibuai mimpi. Saya baru selesai membaca surah yasin
disisi isteri hingga dia terlelap. Saya kehalaman
rumah, mahu merenung langit malam, satu-satunya hobi
saya semenjak kecil semenjak di rumah anak-anak
yatim piatu, saya bawa hingga kini. Langit agak terang
dan bersih. Saya bersandar dibangku marmar. Kalau isteri
saya sihat pastinya dia menemani saya disini, kami
akan bercerita tentang segala-galanya, tentang masa
depan, tentang anak, tentang cinta, tentang tuhan.
Saya terus merenung langit malam, saya anak yatim
piatu yang ditinggalkan ditengah padangrumput,sehingga
sekarang tidak diketahui siapa ibu ayah saya. Kini
saya akan menjadi ayah. Bermula dari saya akan wujud
salasilah keturunan yang baru.Saya bertekad dalam
hati, Insyallah jika anak ini lahir, dia tidak akan
saya biarkan membesar seperti saya. Dia tidak akan saya
biarkan menagih kasih dirumah kebajikan.Dia tidak
akan melalui zaman pahit seperti saya. Dia tidak perlu
dibohongi yang teddy bear adalah'mama'nya seperti
saya.
Air mata ini mengalir lagi. Mudah benar ia
tumpah.Oh! janganlah tumpah lagi.Sudah terlalu
banyak tertumpah.Kalau mahu tumpah biarlah ketika sujud
menyembah ilahi.Pesan guruku air mata lelaki
jangan ditumpahkan sia-sia.
Saya tidak mahu terus melayan perasaan,segera saya
kuncikan pintu dan ke kamar tidur.Isteri saya
telah pun nyenyak dibuai mimpi.Inilah 'bintang timur'
dalam hidup saya.Ia sentiasa bersinar cemerlang dalam
hidup saya,memberi harapan,keyakinan,kesetiaan dan
cintanya kepada saya.Insyallah tidak lama lagi,akan
muncu 'bintang timur kecil' dalam hidup saya
*ni bkn cerita ana keyh,just nk share ana ske sgt bace cte ni hehehe~ jgn salah anggap tau..!
Sunday, September 25, 2011
DOSA GUGUR APABILA SUAMI DAN ISTERI BERSALAMAN..
RASULULLAH saw bersabda, yang bermaksud: “Seorang isteri yang bermuka muram di hadapan suaminya, maka ia dalam kemurkaan Allah hingga ia dapat membuat suasana yang riang gembira kepada suaminya dan memohon kerelaannya.”
Begitulah besarnya harga senyuman seorang isteri kepada suaminya kerana senyuman akan mencetuskan suasana kegembiraan yang sebenarnya dikehendaki suami ketika pulang dalam keletihan.
Muka yang masam bukan saja akan menimbulkan kemarahan suami, malahan menyebabkan Allah turut murka dan kemurkaan Allah itu berkekalan hingga isteri berjaya mengembalikan suasana gembira serta memohon keampunan daripada suami.
Sesungguhnya keredaan Allah terletak pada keredaan suami. Justeru, apabila suami pulang segeralah bukakan pintu, persilakan masuk dengan penuh hormat dan ciumlah tangan suami sebagai tanda hormat serta meminta maaf,walaupun isteri merasakan tidak berbuat sebarang kesalahan pada hari itu.
Sebuah hadis ada menyebut bahawa apabila seorang suami bersalaman dengan isterinya, maka gugurlah segala dosa dari celah-celah jari mereka berdua.
Andai mempunyai anak-anak, ajarlah mereka itu untuk selalu bersalaman dengan ayahnya kerana kelaziman akan memupuk rasa kasih dan hormat anak-anak kepada orang tua.
Kebahagiaan rumahtangga terletak pada akhlak dan budi pekerti isteri. Biarpun seorang isteri itu tidak cantik tapi jika cukup sempurna layanannya terhadap suami dan berakhlak pula, tentu ia akan menjadi penghibur dalam rumahtangga.
Oleh itu wahai isteri, hendaklah berlumba-lumba untuk menjadi seorang isteri yang solehah, yang bertakwa, berakhlak mulia dan taat kepada suami.
Rasulullah bersabda, yang bermaksud: “Sungguh-sungguh memintakan ampun untuk seorang isteri yang berbakti kepada suaminya, iaitu burung- burung di udara, ikan-ikan di air dan malaikat di langit selama dia sentiasa dalam kerelaan suaminya.”
Jika seorang isteri mengharap cintanya berbalas, maka banyakkan mencari keredhaan Allah melalui keredhaan suami.-tentangcinta.com
Friday, September 23, 2011
untukmu~
Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim
Kau ampunilah dosa ku yg telah ku perbuat
Kau limpahkanlah aku dengan kesabaran yg tiada terbatas
Kau berikanlah aku kekuatan mental dan fisikal
Kau kurniakanlah aku dengan sifat keredhaan
Kau peliharalah lidahku dari kata-kata nista
Kau kuatkanlah semangatku menempuhi segala cabaranMu
Kau berikanlah aku sifat kasih sesama insan
Ya Allah
Sekiranya suami ku ini adalah pilihan Mu diArash
Berilah aku kekuatan dan keyakinan untuk terus bersamanya
Sekiranya suami ku ini adalah suami yg akan membimbing tanganku
dititianMu
Kurniakanlah aku sifat kasih dan redha atas segala perbuatannya
Sekiranya suami ku ini adalah bidadara untuk ku di Jannah Mu
Limpahkanlah aku dengan sifat tunduk dan tawaduk akan segala
perintahnya
Sekiranya suami ku ini adalah yang terbaik untukku di DuniaMu
Peliharalah tingkah laku serta kata-kataku dari menyakiti perasaannya
Sekiranya suami ku ini jodoh yang dirahmati olehMu
Berilah aku kesabaran untuk menghadapi segala kerenah dan ragamnya
Tetapi Ya Allah
Sekiranya suami ku ini ditakdirkan bukan untuk diriku
Kau tunjukkanlan aku jalan yg terbaik untuk aku harungi segala
dugaanMu
Sekiranya suami ku tergoda dengan keindahan dunia Mu
Limpahkanlah aku kesabaran untuk terus membimbingnya
Sekiranya suami ku tunduk terhadap nafsu yang melalaikan
Kurniakanlah aku kekuatanMu untuk aku memperbetulkan keadaanya
Sekiranya suami ku menyintai kesesatan
Kau pandulah aku untuk menarik dirinya keluar dari terus terlena
Ya Allah
Kau yang Maha Megetahui apa yang terbaik untukku
Kau juga yang Maha Mengampuni segala kesilapan dan ketelanjuranku
Sekiranya aku tersilap berbuat keputusan
Bimbinglah aku ke jalan yang Engkau redhai
Sekiranya aku lalai dalam tanggungjawabku sebagai isteri
Kau hukumlah aku didunia tetapi bukan diakhiratMu
Sekiranya aku engkar dan derhaka
Berikanlah aku petunjuk kearah rahmatMu
Ya Allah sesungguhnya
Aku lemah tanpa petunjukMu
Aku buta tanpa bimbinganMu
Aku cacat tanpa hidayahMu
Aku hina tanpa RahmatMu
Ya Allah
Kuatkan hati dan semangatku
Tabahkan aku menghadapi segala cubaanMu
Jadikanlah aku isteri yang disenangi suami
Bukakanlah hatiku untuk menghayati agamaMu
Bimbinglah aku menjadi isteri Soleha
Hanya padaMu Ya Allah ku pohon segala harapan
Kerana aku pasrah dengan dugaanMu
Kerana aku sedar hinanya aku
Kerana aku insan lemah yg kerap keliru
Kerana aku leka dengan keindahan duniamu
Kerana kurang kesabaran ku menghadapi cabaranMu
Kerana pendek akal ku mengharungi ujianMu
Ya Allah Ya Tuhanku
Aku hanya ingin menjadi isteri yang dirahmati
Isteri yang dikasihi
Isteri yang soleha
Isteri yang sentiasa dihati
Amin, amin Ya Rabbal Allamin...
Kau ampunilah dosa ku yg telah ku perbuat
Kau limpahkanlah aku dengan kesabaran yg tiada terbatas
Kau berikanlah aku kekuatan mental dan fisikal
Kau kurniakanlah aku dengan sifat keredhaan
Kau peliharalah lidahku dari kata-kata nista
Kau kuatkanlah semangatku menempuhi segala cabaranMu
Kau berikanlah aku sifat kasih sesama insan
Ya Allah
Sekiranya suami ku ini adalah pilihan Mu diArash
Berilah aku kekuatan dan keyakinan untuk terus bersamanya
Sekiranya suami ku ini adalah suami yg akan membimbing tanganku
dititianMu
Kurniakanlah aku sifat kasih dan redha atas segala perbuatannya
Sekiranya suami ku ini adalah bidadara untuk ku di Jannah Mu
Limpahkanlah aku dengan sifat tunduk dan tawaduk akan segala
perintahnya
Sekiranya suami ku ini adalah yang terbaik untukku di DuniaMu
Peliharalah tingkah laku serta kata-kataku dari menyakiti perasaannya
Sekiranya suami ku ini jodoh yang dirahmati olehMu
Berilah aku kesabaran untuk menghadapi segala kerenah dan ragamnya
Tetapi Ya Allah
Sekiranya suami ku ini ditakdirkan bukan untuk diriku
Kau tunjukkanlan aku jalan yg terbaik untuk aku harungi segala
dugaanMu
Sekiranya suami ku tergoda dengan keindahan dunia Mu
Limpahkanlah aku kesabaran untuk terus membimbingnya
Sekiranya suami ku tunduk terhadap nafsu yang melalaikan
Kurniakanlah aku kekuatanMu untuk aku memperbetulkan keadaanya
Sekiranya suami ku menyintai kesesatan
Kau pandulah aku untuk menarik dirinya keluar dari terus terlena
Ya Allah
Kau yang Maha Megetahui apa yang terbaik untukku
Kau juga yang Maha Mengampuni segala kesilapan dan ketelanjuranku
Sekiranya aku tersilap berbuat keputusan
Bimbinglah aku ke jalan yang Engkau redhai
Sekiranya aku lalai dalam tanggungjawabku sebagai isteri
Kau hukumlah aku didunia tetapi bukan diakhiratMu
Sekiranya aku engkar dan derhaka
Berikanlah aku petunjuk kearah rahmatMu
Ya Allah sesungguhnya
Aku lemah tanpa petunjukMu
Aku buta tanpa bimbinganMu
Aku cacat tanpa hidayahMu
Aku hina tanpa RahmatMu
Ya Allah
Kuatkan hati dan semangatku
Tabahkan aku menghadapi segala cubaanMu
Jadikanlah aku isteri yang disenangi suami
Bukakanlah hatiku untuk menghayati agamaMu
Bimbinglah aku menjadi isteri Soleha
Hanya padaMu Ya Allah ku pohon segala harapan
Kerana aku pasrah dengan dugaanMu
Kerana aku sedar hinanya aku
Kerana aku insan lemah yg kerap keliru
Kerana aku leka dengan keindahan duniamu
Kerana kurang kesabaran ku menghadapi cabaranMu
Kerana pendek akal ku mengharungi ujianMu
Ya Allah Ya Tuhanku
Aku hanya ingin menjadi isteri yang dirahmati
Isteri yang dikasihi
Isteri yang soleha
Isteri yang sentiasa dihati
Amin, amin Ya Rabbal Allamin...
Thursday, June 23, 2011
uMMi sYG baBa kRN Allah TaU....!!!
Pernikahan atau perkahwinan,
Menyingkap tabir rahsia,
Isteri yang kamu nikahi,
Tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah,
Pun tidak setabah Fatimah,
Justeru, isterimu hanyalah wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita menjadi solehah.
Pernikahan atau perkahwinan,
Mengajar kita kewajipan bersama,
Isteri menjadi tanah, dalam pernikahan atau perkahwinan,
Kamu langit penaungnya,
Isteri ladang ternakan, kamu pemagarnya,
Isteri kiasan ternakan, kamu gembalanya,
Isteri adalah murid, kamu mursyidnya.
Isteri bagaikan anak kecil tempat bermanjanya,
Saat isteri menjadi madu kamu teguklah sepuasnya,
Seketika isteri menjadi racun kamulah penawar bisanya,
Seandainya isteri tulang yang bengkok berhatilah meluruskannya.
Pernikahan atau perkahwinan,
Menginsafkan kita perlunya iman dan takwa,
Untuk belajar meniti sabar dan redha Allah S.W.T,
Kerana memiliki isteri yang tidak sehebat mana,
Justeru, kamu akan tersentak daripada alpa,
Kamu bukanlah Rasulullah S.A.W,
Pun bukanlah Saidina Ali R.A.
Kamu suami akhir zaman yang berusaha menjadi soleh.
Amin...
Menyingkap tabir rahsia,
Isteri yang kamu nikahi,
Tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah,
Pun tidak setabah Fatimah,
Justeru, isterimu hanyalah wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita menjadi solehah.
Pernikahan atau perkahwinan,
Mengajar kita kewajipan bersama,
Isteri menjadi tanah, dalam pernikahan atau perkahwinan,
Kamu langit penaungnya,
(gmbr first baba bgi kt ummi,hehehe)
Isteri ladang ternakan, kamu pemagarnya,
Isteri kiasan ternakan, kamu gembalanya,
Isteri adalah murid, kamu mursyidnya.
Isteri bagaikan anak kecil tempat bermanjanya,
Saat isteri menjadi madu kamu teguklah sepuasnya,
Seketika isteri menjadi racun kamulah penawar bisanya,
Seandainya isteri tulang yang bengkok berhatilah meluruskannya.
Pernikahan atau perkahwinan,
Menginsafkan kita perlunya iman dan takwa,
Untuk belajar meniti sabar dan redha Allah S.W.T,
Kerana memiliki isteri yang tidak sehebat mana,
Justeru, kamu akan tersentak daripada alpa,
Kamu bukanlah Rasulullah S.A.W,
Pun bukanlah Saidina Ali R.A.
Kamu suami akhir zaman yang berusaha menjadi soleh.
Amin...
Wednesday, June 1, 2011
ya Rabb ~
Ya Rabb…. Saat aku menyukai dia, ingatkanlah aku bahawa akan ada sebuah akhir, sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir….
Ya Rabb…. Ketika aku merindukan zaujku, rindukanlah aku kepada yang rindu Cinta Sejati-Mu, agar kerinduanku terhadap-Mu semakin menjadi….
Ya Rabb…. Jika aku mesti mencintai seseorang, temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu, agar bertambah kuat cintaku pada-Mu….
Ya Rabb…. ketika aku merasa cintanya, jagalah cinta ini, agar tidak melebihi cintaku pada-Mu….
Ya Rabb…. Ketika aku merindukan zaujku, rindukanlah aku kepada yang rindu Cinta Sejati-Mu, agar kerinduanku terhadap-Mu semakin menjadi….
Ya Rabb…. Jika aku mesti mencintai seseorang, temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu, agar bertambah kuat cintaku pada-Mu….
Ya Rabb…. ketika aku merasa cintanya, jagalah cinta ini, agar tidak melebihi cintaku pada-Mu….
Ya Rabb…. ketika aku berucap “aku mencintaimu”, biarlah aku katakan kepada orang yang hatinya tertaut pada-Mu….
Ya Rabb..... Jagalah cinta dihati kami... agar tidak jauh dari cinta-Mu....
Izinkanlah ku terus menyintainya sepertimana dia menyintai....
Amin ya rabbal alamin....
Friday, April 22, 2011
haRi keBaHagiaAN aNa~
aSSaLaMuaLaiKuM.....
22.4
tarikh ini yg bermkna buat ana n zauj ana iaitu mjlis akadnikah kmi....sekian lama ny kenalan slama sthn lebih telah mjdi sah n halal disisi agama... moga2 mjlis kmi mendapat keredhaan Allah wlupun mseh ada yg xredha... alhamdulillah,mind ana hnyalh hendak menjaga hbgn dgn Allah.. dan mencari keredhaan Allah dan bknnya keredhaan manusia... hari ini mulalah kehidupan ana sbagai isteri seowg yg bergelar bakal pendakwah..smoga perkhwinan kmi ini kekal hingga ke syurga... amin y rab...
22.4
tarikh ini yg bermkna buat ana n zauj ana iaitu mjlis akadnikah kmi....sekian lama ny kenalan slama sthn lebih telah mjdi sah n halal disisi agama... moga2 mjlis kmi mendapat keredhaan Allah wlupun mseh ada yg xredha... alhamdulillah,mind ana hnyalh hendak menjaga hbgn dgn Allah.. dan mencari keredhaan Allah dan bknnya keredhaan manusia... hari ini mulalah kehidupan ana sbagai isteri seowg yg bergelar bakal pendakwah..smoga perkhwinan kmi ini kekal hingga ke syurga... amin y rab...
Friday, April 15, 2011
bOOwhaT baKAL zauJ' aNA...
Dulu lain sekarang lain.. Dulu bujang sekarang dah kawin.. terkenang bait-bait lirik lagu nasihat Tan Sri Dato' SM Salim.
Merujuk kembali kisah pernikahan, perkahwinan zaman sekarang banyak pasangan semasa muda-muda lagi ada yang baru berkahwin dah berpisah, bercerai berai disebabkan oleh kasih sayang antara mereka yang tidak erat. Kenapa?
Jika difikirkan banyak faktor yang menjurus ke arah keruntuhan rumahtangga antaranya kurangnya ilmu serta pengetahuan agama serta keikhlasan dalam menempuh alam perkahwinan itu sendiri.
Begitu juga faktor dalam menjaga hubungan suami dan isteri agar keharmonian rumahtangga terpelihara tidak diambil kisah.
Suami memainkan peranan yang penting sebagai pemimpin dalam memastikan perjalanan dan keperluan kehidupan itu dipenuhi sebaiknya.
Tidak dinafikan ada waktu-waktu suram ketika bersama namun itu tidak patut menjadi halangan kerana ianya membantu mematangkan kehidupan pada masa akan datang.
Buat si suami anda memang raja tetapi berilah penghargaan dan hormatilah isterimu selalu.
Mari kita berkongsi sedikit sebanyak nasihat dari Dato' Dr Fadhilah Kamsah dalam menghargai isterimu.
Merujuk kembali kisah pernikahan, perkahwinan zaman sekarang banyak pasangan semasa muda-muda lagi ada yang baru berkahwin dah berpisah, bercerai berai disebabkan oleh kasih sayang antara mereka yang tidak erat. Kenapa?
Jika difikirkan banyak faktor yang menjurus ke arah keruntuhan rumahtangga antaranya kurangnya ilmu serta pengetahuan agama serta keikhlasan dalam menempuh alam perkahwinan itu sendiri.
Begitu juga faktor dalam menjaga hubungan suami dan isteri agar keharmonian rumahtangga terpelihara tidak diambil kisah.
Suami memainkan peranan yang penting sebagai pemimpin dalam memastikan perjalanan dan keperluan kehidupan itu dipenuhi sebaiknya.
Tidak dinafikan ada waktu-waktu suram ketika bersama namun itu tidak patut menjadi halangan kerana ianya membantu mematangkan kehidupan pada masa akan datang.
Buat si suami anda memang raja tetapi berilah penghargaan dan hormatilah isterimu selalu.
Mari kita berkongsi sedikit sebanyak nasihat dari Dato' Dr Fadhilah Kamsah dalam menghargai isterimu.
01.Selalu menghargai usaha dan penat-lelah isteri, terutama isteri yang bekerja dan sama-sama terpaksa menanggung hutang suami.
02.Bila isteri bercakap, pandanglah mukanya dan buka telinga luas-luas. Biar apa yang dikatakannya masuk telinga kanan dan tersumbat di telinga kiri.
Sambil tu otak suami kenalah memproses informasi yang diterima daripada isteri dengan bijak serta prihatin.
03.Jangan sekali-kali membandingkan masakan isteri atau cara isteri menghias rumah dengan mak anda kecuali masakan/cara menghias isteri anda lebih baik dan canggih dari emak anda..
04.Jangan demand seks sekiranya isteri tak ada mood atau letih. Agama suruh kahwin bukan semata-mata untuk penuhi nafsu syahwat saja.
05.Kalau pasangan dah ada anak, sama-samalah menjaga anak. Benih dari awak juga.. Ada suami, isteri sedang makan disuruh cebok kencing dan berak anak sedangkan suami duduk tersandar kekenyangan macam maharaja.
06.Jangan sekali-kali duduk tersandar depan TV atau relax-relax sedangkan isteri bila balik dari kerja, buka saja kasut terus masuk dapur, memasak, mengemas, membasuh, kejar anak dsbnya.
Berbulu mata dan sayu hati isteri bila kami tak cukup tangan nak menguruskan rumahtangga sedangkan suami lepas tangan.
07.Sekiranya suami makan dahulu, tinggalkan sedikit lauk utk isteri. Jangan bedal semua sampai turn isteri yang tinggal cuma ekor ikan sekerat, janggut sotong dan ekor taugeh.
08.Kalau nak ajak member bertandang ke rumah, beritahu isteri dulu, kalau boleh sehari-dua in advance. Jadi bolehlah dia memasak yang best-best dan mengemas rumah cantik-cantik.
Bayangkan perasaan isteri kalau tetamu datang terpacak sedangkan kain-baju masih berlonggok belum sempat dilipat, permainan anak masih berselerak dan isteri cuma masak mi maggi saja.
09.Jangan sekali-kali menyakat isteri tentang saiz badannya yang semakin sihat atau semakin melidi. Tengok body sendiri dalam cermin dulu.
10.Jangan kentut depan isteri. Masa bercinta dulu kenapa boleh control kentut? Sudah kahwin makin menjadi-jadi pulak ye..
11.Hormatilah ibu-bapa dan kaum keluarga isteri walaupun anda cuma main wayang, bodek mereka masa nak mengurat isteri anda dulu. Jangan sekali mencaci mereka walaupun secara bergurau.
12.Jangan kedekut dengan isteri serta keperluan rumahtangga. Cuba perihatin dan buat penilaian sebaiknya.. ingat ada perkara diluar jangkauan dan pemahaman lelaki..
13.Jagalah maruah anda sebagai suami dan lelaki. Selagi boleh, jangan bebankan isteri dengan masalah kewangan anda. Selalunya perempuan ni, semakin suami "degil" tak nak minta pertolongan, selagi itulah dia rela nak tolong.
14.Jangan bersepah dan bersikap pengotor. Dah buka baju, letakkan dalam bakul baju kotor, dah guna cungkil gigi, buanglah dalam bakul sampah, bila dah guna ubat gigi bubuh balik penutupnya, dah ambil sesuatu barang simpan balik ditempat asal, dah berak flush. Susah sangat ke nak buat macam tu? Semua nak kena ajar ke?
15.Rajin-rajinlah bertanya isteri kalau dia perlukan bantuan anda dengan kerja rumah/menjaga anak. Tapi jangan tanya dua tahun sekali. Jangan tunjuk rajin bila ada tetamu di rumah saja.
16.Hormatilah isteri anda sebagaimana anda mahu dihormati. Isteri pun manusia. Allah berikan banyak keistimewaan kepada para isteri tapi diputar-belitkan tafsirannya oleh orang lelaki untuk kepentingan diri sendiri.
17.Jangan main kayu tiga dengan perempuan lain. Main lain lagi tak boleh. Kalau isteri awak yang buat, tentu awak tak boleh tolerate, jadi mengapa isteri awak kena tolerate kalau awak buat?
18.Kalau tak menyukai sikap atau perbuatan isteri, tegurlah secara baik, jangan asyik nak menengking aja. Kalau awak sakit nak mati nanti, siapa yang kena jaga awak? Bai jual roti? Apek jual sayur? Jiran sebelah rumah awak?
19.Kalau isteri nampak tak sihat, cepat-cepatlah bawa jumpa doktor. Tunjuklah anda mengambil berat tentang dirinya.
20.Berbincanglah dengan isteri sebelum sesuatu keputusan dibuat. Walaupun suami megah ada kuasa veto, tak jadi bapok kalau pendapat isteri diambil kira. Pokok pangkalnya ialah timbangrasa dan saling menghargai.
Cubalah ketepikan ego yang keterlaluan. Bukannya laku bila dah mati nanti.
21.Dalami agama dan bimbinglah anak isteri dengan ikhlas seperti yang dituntut agama. Ingat, kalau seorang suami masuk syurga, besar kemungkinan isteri pun masuk syurga.
Kalau suami masuk neraka belum tentu isteri juga masuk neraka. Kalau isteri masuk neraka, besar kemungkinan suami juga masuk NERAKA tapi kalau isteri masuk syurga belum tentu suami pun masuk syurga.Ini bukan rekaan saya tapi saya dengar dari seorang ustaz.
22.Berusahalah dengan ikhlas untuk mempertahankan keharmonian rumahtangga. Jangan buat apa yang isteri tak suka.
Percayalah, kalau suami buat baik sekali dengan isteri, isteri balas sepuluh kali
23.Jangan buat donno kalau isteri merajuk atau berkecil hati. Kalau perlu minta maaf, minta maaf, kalau perlu dipujuk, pujuk. Hati orang pompuan ni sensitif. Kalau kami rasa suami tak ambil kisah, perasaan bagai dihiris-hiris.
Perkara yang dipandang remeh oleh suami boleh menjadi kanser kepada isteri.
Kepada para suami khususnya dan kaum lelaki amnya, janganlah dianggap masalah hati dan perasaan orang perempuan ni enteng sahaja.
Allah s.w.t. berfirman, "Dan ketahuilah bahawasanya Allah mengetahui apa yang didalam hatimu, sebab itu berhati-hatilah dengan Tuhan"
Subscribe to:
Posts (Atom)










